saya pernah punya teman yang selalu melakukan pembenaran atas kesalahan yang diperbuatnya, meski ia sudah jelas-jelas salah, ia tidak pernah menyesal dengan kesalahan yang dibuatnya dan kalimat terakhirnya setelah ia terpojok adalah kamu yang menjadi penyebab aku melakukannya ……..

LEBIH BAIK/LEBIH GENTLE/LEBIH TERHORMAT MENGAKUI KESALAHAN & MINTA MAAF DARIPADA MELAKUKAN PEMBENARAN ATAS KESALAHAN

sebagai salah satu unsur pimpinan, di kala saya salah/khilaf saya tidak sungkan meminta maaf kepada bawahan saya, dan kadang untuk menebus kesalahan itu saya sering memberi sesuatu sebagai hadiah/penebusan😊😊

Semoga tulisanku ini bermanfaat,

kita tidak selalu benar,
kita bisa salah tapi jangan rencanakan kesalahan,

salah karena khilaf…. it’s ok, masih bisa dimaklumi,
terlalu sering khilaf itu gendeng

NATAL

Tuhan mengajarkan umatNya untuk senantiasa menebarkan kebaikan kepada sesama, termasuk kepada orang-orang yang pernah mengecewakan, melukai bahkan orang-orang yang memusuhimu.

Tuhan tidak pernah mengajarkan balas dendam, tapi membalas kejahatan dengan kebaikan, hak penghakiman hanya ada padaNya. IA tidak pernah mengajarkan membunuh sesama yang juga adalah ciptaanNya untuk mendapat surga.

Saat dilukai adalah saat anda diberi kesempatan untuk mengampuni, satu-satunya syarat diampuni adalah mengampuni.

NATAL merupakan inisiatif Allah untuk menebus dan mengampuni dosa manusia, dan IA meminta kita melakukan apa yang telah dilakukanNya.

Dosa tidak bisa ditebus dengan perbuatan baik karena upah dosa adalah maut, oleh karena itu melalui karya penebusanNya kita diajarkan bagaimana menjalani hidup ini, semua ajaranNya baik, tidak ada satupun ajaran jahat dariNya. Kita wajib berbuat baik sampai didapatiNya berkenan.

Anggapan bebas berbuat dosa toh ada Sang Penebus Dosa yang senantiasa mengampuni dosa adalah tindakan yang menghina karyaNya, tidak menghargai Allah.

2 Korintus 5:9-10 (TB)
9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Roma 14:10, 12 (TB)
10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Happy Sunday, Selamat Beribadah, Selamat Menyambut & Memperingati Natal, God bless us
πŸ™πŸ™πŸ™πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸ’’πŸ’’πŸ’’

Mengapa Hari Natal pada tanggal 25 Desember ?

Natal dirayakan untuk mengingat kelahiran Yesus Kristus, yang orang Kristen percaya adalah Anak Allah.
Nama ‘Natal’ berasal dari Misa Kristus (atau Yesus). Ibadah Misa (yang kadang-kadang disebut Komuni atau Ekaristi) adalah tempat orang-orang Kristen ingat bahwa Yesus mati untuk kita dan kemudian hidup kembali. Layanan ‘Misa-Kristus’ adalah satu-satunya yang diizinkan untuk dilakukan setelah matahari terbenam (dan sebelum matahari terbit pada hari berikutnya), jadi orang-orang mendapatkannya pada Tengah Malam! Jadi kita mendapatkan nama Misa-Kristus, disingkat menjadi Natal.
.
Natal sekarang dirayakan oleh orang-orang di seluruh dunia, apakah mereka orang Kristen atau bukan. Ini adalah waktu ketika keluarga dan teman-teman berkumpul dan mengingat hal-hal baik yang mereka miliki. Orang-orang, dan terutama anak-anak, juga menyukai Natal karena ini adalah saat ketika Anda memberi dan menerima hadiah!
.
Tanggal Natal
Tidak ada yang tahu tanggal lahir Yesus yang sebenarnya! Tidak ada tanggal yang diberikan dalam Alkitab, jadi mengapa kita merayakannya pada tanggal 25 Desember? Orang-orang Kristen mula-mula tentu saja memiliki banyak argumen kapan itu harus dirayakan! Juga, kelahiran Yesus mungkin tidak terjadi pada tahun 1 tetapi sedikit lebih awal, di suatu tempat antara 2 SM / 7 SM / M, mungkin pada 4 SM / M (tidak ada 0 – tahun-tahun berlalu dari 1 BC / BCE ke 1!).
.
Tanggal Natal pertama yang tercatat dirayakan pada tanggal 25 Desember adalah pada tahun 336, pada masa Kaisar Romawi Konstantin (dia adalah Kaisar Romawi Kristen pertama). Tapi itu bukan festival resmi negara Romawi saat ini. Namun, ada banyak tradisi dan teori yang berbeda tentang mengapa Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember.
Tradisi Kristen yang sangat awal mengatakan bahwa hari ketika Maria diberi tahu bahwa dia akan memiliki bayi yang sangat istimewa, Yesus adalah pada tanggal 25 Maret – dan itu masih dirayakan hari ini pada tanggal 25 Maret. Sembilan bulan setelah tanggal 25 Maret adalah tanggal 25 Desember!
.
Tanggal 25 Maret juga merupakan hari yang menurut sebagian orang Kristen awal dunia telah dibuat, dan juga hari ketika Yesus mati ketika ia dewasa. Tanggal 25 Maret dipilih karena orang-orang telah menghitung itu adalah hari di mana Yesus mati sebagai orang dewasa (tanggal 14 Nisan dalam kalender Yahudi) dan mereka berpikir bahwa Yesus lahir dan telah mati pada hari yang sama tahun itu.
.
Beberapa orang juga berpikir bahwa 25 Desember mungkin juga dipilih karena Winter Solstice dan festival pertengahan musim dingin kafir Romawi yang disebut ‘Saturnalia’ dan ‘Dies Natalis Solis Invicti’ berlangsung pada bulan Desember sekitar tanggal ini – jadi itu adalah saat ketika orang sudah merayakan hal2 itu.
.
Winter Solstice adalah hari di mana ada waktu terpendek antara terbitnya matahari dan terbenamnya matahari. Itu terjadi pada 21 atau 22 Desember. Bagi para penyembah berhala, ini berarti bahwa musim dingin telah lewat dan musim semi akan datang dan mereka mengadakan festival untuk merayakannya dan menyembah matahari karena menang atas kegelapan musim dingin. Di Skandinavia, dan beberapa bagian lain di Eropa utara, Winter Solstice dikenal sebagai Yule dan merupakan tempat kita mendapatkan Yule Logsfrom. Di Eropa Timur, festival pertengahan musim dingin disebut Koleda.
.
Festival Romawi Saturnalia berlangsung antara 17 dan 23 Desember dan menghormati dewa Romawi Saturnus. Dies Natalis Solis Invicti berarti ‘ulang tahun matahari yang tak ditaklukkan’ dan diadakan pada tanggal 25 Desember (ketika orang-orang Romawi berpikir bahwa Winter Solstice terjadi) dan merupakan ‘ulang tahun’ dewa Matahari Pagan Mithra. Dalam agama kafir Mithraisme, hari suci adalah hari Minggu dan dari sanalah dapatkan kata itu!
.
Kaisar Romawi, Aurelianus, menciptakan ‘Sol Invictus’ pada tahun 274. Tetapi ada catatan orang-orang Kristen awal yang menghubungkan tanggal 14 Nisan hingga 25 Maret sehingga tanggal 25 Desember kembali ke sekitar tahun 200!

Festival Cahaya Yahudi, Hanukkah dimulai pada tanggal 25 Kislev (bulan dalam kalender Yahudi yang terjadi pada waktu yang hampir bersamaan dengan Desember). Hanukkah merayakan ketika orang-orang Yahudi dapat mendedikasikan kembali dan menyembah di Kuil mereka, di Yerusalem, lagi setelah bertahun-tahun tidak diizinkan untuk mempraktikkan agama mereka.
.
Yesus adalah seorang Yahudi, jadi ini bisa menjadi alasan lain yang membantu Gereja awal memilih tanggal 25 Desember untuk tanggal Natal! Natal juga dirayakan oleh Gereja mula-mula pada 6 Januari, ketika mereka juga merayakan Epifani (yang berarti wahyu bahwa Yesus adalah putra Allah) dan Pembaptisan Yesus. Sekarang Epiphany terutama merayakan kunjungan Orang-Orang Majus kepada bayi Yesus, tetapi saat itu merayakan kedua hal itu! Baptisan Yesus pada awalnya dipandang lebih penting daripada kelahirannya, karena inilah saat ia memulai pelayanannya. Tetapi segera orang-orang menginginkan hari yang terpisah untuk merayakan kelahirannya.
.
Sebagian besar dunia menggunakan ‘Kalender Gregorian’ yang diterapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582. Sebelum itu, Kalender ‘Romawi’ atau Julian digunakan (dinamai setelah Julius Caesar). Kalender Gregorian lebih akurat daripada kalender Romawi yang memiliki terlalu banyak hari dalam setahun! Ketika pergeseran dilakukan, 10 hari hilang, sehingga hari yang mengikuti 4 Oktober 1582 adalah 15 Oktober yaitu 15 Oktober 1582. Di Inggris, perubahan kalender dilakukan pada 1752. Sehari setelah 2 September 1752 adalah 14 September 1752.
.
Banyak Gereja Ortodoks dan Koptik masih menggunakan Kalender Julian dan merayakan Natal pada 7 Januari (saat 25 Desember adalah kalender Julian). Dan Gereja Kerasulan Armenia merayakannya pada 6 Januari! Di beberapa bagian Inggris, 6 Januari masih disebut ‘Natal Tua’ karena ini akan menjadi hari dimana Natal akan dirayakan, jika kalender tidak diubah. Beberapa orang tidak ingin menggunakan kalender baru karena mereka pikir itu ‘menipu’ mereka selama 11 hari!
.
Orang-orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah terang dunia, sehingga orang-orang Kristen awal berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk merayakan kelahiran Yesus. Mereka juga mengambil alih beberapa bea cukai dari Winter Solstice dan memberi mereka makna Kristen, seperti Holly, Mistletoe, dan bahkan Christmas Carols!
.
St Augustinus dari Canterbury adalah orang yang mungkin memulai perayaan Natal yang meluas di sebagian besar Inggris dengan memperkenalkan agama Kristen ke daerah-daerah yang dikelola oleh Anglo-Saxon pada abad ke-6 (bagian Celtic lain di Inggris sudah menjadi Kristen tetapi tidak ada. banyak dokumen tentang jika atau bagaimana mereka merayakan kelahiran Yesus). St Agustinus dari Canterbury dikirim oleh Paus Gregorius Agung di Roma dan gereja itu menggunakan Kalender Romawi, sehingga negara-negara barat merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kemudian orang-orang dari Inggris dan Eropa Barat merayakan Natal pada tanggal 25 Desember di seluruh dunia!

Copas dari fb Bp. Junifrius Gultom II, 14 Desember 2019.

Siapakah yang berkuasa atas diri kita selain Sang Kuasa? Diri kita kah yang berkuasa atas diri kita ? Ternyata bukan, ada banyak hal yang mencoba atau bahkan berhasil menguasai diri kita. Kemarahan berhasil menguasai diri kita di kala kita tidak mampu mengendalikan amarah kita. Ingin kaya mendadak sukses menguasai kita dikala kita telah melakukan korupsi untuk memenuhi semua keinginan-keinginan kita yang telah menguasai jiwa kita begitu kuat sehingga kita tidak peduli mengendalikannya. Hasrat seks tidak benar, keinginan membalas rasa sakit hati, kemalasan, sikap sering menunda ( nanti saja….kan masih ada waktu, besok masih bisa tapi kenyataannya entah berapa kali besok itu sudah kita lalui dan selalu saja berkata masih ada hari esok padahal esok itu tidak pernah berakhir terkecuali kiamat
) dan masih banyak keinginan-keinginan lain yang begitu kuat ingin menguasai diri kita………..

Marilah belajar dan berjuang mengendalikan diri dan izinkan Tuhan yang berkuasa atas diri kita…….maka semuanya akan baik adanya. Percaya bahwa perjuangan tidak akan berakhir terkecuali kita telah menutup mata selamanya. Berjuanglah dengan mengandalkan Tuhan

Aku bukan pribumi yang berwarga negara Indonesia.

Ada yang bukan pribumi tapi bersih dan sungguh-sungguh bekerja demi orang banyak. Ada pribumi tapi korupsi. Siapakah yang mencintai negara ini?

Aku Cina ( suku bukan bangsa) , dihadirkan-Nya aku ke dunia ini dari kedua orang tua ku yang bersuku Cina, aku tidak pernah bisa meminta kepada-Nya agar dilahirkan dari suku tertentu. Aku berterima kasih pada-Nya karena aku Cina dan aku bangga dengan ke-cina-an ku ( ke-aseng-an ku ).

Apapun suku mu, perkarakan satu hal : ” apakah hidup mu benar atau mau kah hidup benar ? “.
JIKA HIDUP MU BENAR/ MAU BENAR, jangan korupsi !!!

#Aku bangga bukan pribumi
#Aku cina

jangan sibuk memperkatakan perbuatan baik jika :
– berbuat baik pada yang menolong kita saja tidak bisa/tidak mau
– masih mencari keuntungan/memanfaatkan orang yang sudah berkorban demi kita
– masih sanggup mengkhianati orang yang membantu kita
– mengutamakan kepentingan diri sendiri

#BanyakBicaraMiskinTindakan

adakah perbuatan baik yang anda sesali ?

jangan sesali setiap perbuatan baik anda !!!

sekalipun anda merasa berbuat baik pada orang yang salah, itu tetap perbuatan baik

tetaplah baik di tengah kondisi yang bisa memaksa kita berbuat jahat

anda baru bisa disebut baik jika tidak membalas kejahatan dengan kejahatan